Selain itu, BRI juga terus memperkuat layanan digital melalui aplikasi mobile banking, BRImo sebagai platform transaksi yang adaptif terhadap gaya hidup dan kebutuhan nasabah.
Adapun, inovasi layanan yang dihadirkan di BRImo di antaranya dengan peningkatan proses registrasi akun, perluasan layanan gaya hidup, serta penyederhanaan akses pembayaran berbasis QRIS, dengan fokus utama pada kemudahan, kecepatan dan relevansi layanan.
Penyempurnaan proses registrasi pengguna menjadi salah satu prioritas dalam pembaruan versi terbaru BRImo. Melalui penguatan sistem eKYC dan penyederhanaan tahapan onboarding, proses pembukaan akun dapat dilakukan dalam hitungan menit tanpa perlu mengunjungi kantor cabang BRI.
Selain itu, BRImo turut menghadirkan pembaruan pada ekosistem pembayaran digital, di antaranya simplifikasi menu QRIS yang kini lebih ringkas. Dengan begitu, seluruh fitur pembayaran QRIS seperti QR Bayar, QR Transfer, serta QRIS Tap dapat diakses terintegrasi dalam satu menu.
Tidak hanya itu, pengguna BRImo juga memungkinkan transaksi QRIS menggunakan sumber dana dari Kartu Kredit BRI, memberikan fleksibilitas lebih tinggi bagi nasabah dalam memilih metode pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi mengatakan, pengembangan BRImo sebagai super apps tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga mencerminkan kesiapan BRI dalam mengelola pertumbuhan layanan digital secara berkelanjutan.
“Keberhasilan mobile banking ditentukan oleh kemampuannya memenuhi kebutuhan pengguna secara presisi, menjaga stabilitas performa, dan mempertahankan kualitas layanan," kata Saladin.
Pertumbuhan impresif BRImo salah satunya dengan peningkatan total pengguna mencapai 42,7 juta user hingga Juni 2025, atau naik 7,5 juta user dibanding tahun lalu. Di tengah akselerasi digitalisasi, BRImo menjadi kanal utama layanan keuangan digital BRI yang menyediakan fitur lengkap dan terintegrasi, mencakup pembayaran QRIS, transfer antarbank, serta pembelian produk investasi seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan reksa dana.