Dony Oskaria Ungkap Seluruh BUMN bakal Dikelola Danantara sebelum RUPS Maret 2025

Suparjo Ramalan
Kantor Danantara. (Foto: MPI)

“Karakteristik risiko dari masing-masing aspek sangat berbeda. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami bahwa operasional BUMN tidak akan bercampur dengan investasi. Struktur ini telah didesain sejak awal untuk menghindari pencampuran risiko,” tutur dia.

Dia mengatakan, dalam holding operasional akan dilakukan berbagai proses, dimulai dari fundamental business review. Setiap perusahaan dalam BUMN akan dianalisis dari berbagai aspek, termasuk revenue stream, business model, ukuran pasar, serta proyeksi masa depan. 

Analisis bertujuan untuk mengklasifikasikan perusahaan yang memiliki kapasitas untuk dikembangkan. Hal ini sebagaimana harapan Presiden Prabowo Subianto yang mengininkan BUMN dapat menjadi pemain global, bukan hanya domestik.

“Tahap berikutnya adalah re-clustering dan konsolidasi bisnis. Saat ini, banyak perusahaan dalam BUMN yang memiliki bisnis serupa, tetapi terpisah-pisah dan berskala kecil, sehingga kurang kompetitif, tidak efektif, dan tidak efisien,” beber dia. 

Adapun, Holding Investasi bertugas mengelola dividen BUMN, pemberdayaan aset BUMN, serta tugas lain yang ditetapkan oleh Menteri BUMN dan BPI Danantara.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Danantara Resmi Merger 4 Perusahaan Aset Manajemen, Jadi yang Terbesar di Indonesia

57 tahun lalu

Danantara Bakal Danai Pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia

57 tahun lalu

Respons Qodari soal Heboh Pengangkatan Sejumlah Tokoh Jadi Komisaris BUMN

57 tahun lalu

Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026, Tingkatkan Efisiensi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal