DPR Cecar KAI, Minta PMN Rp1,8 Triliun tapi Dirut Malah di Paris

Suparjo Ramalan
ilustrasi KAI minta PMN Rp1,8 triliun. (Foto: Dok. KAI)

“Bapak tidak jelaskan Dirut bapak di mana Pak? Ini rapat penting lho, Pak,” ujar Mufti Anam. 

klik halaman selanjutnya untuk membaca>>>

Setelah mendengar jawaban singkat dari Salusra, Mufti memandang sikap bos KAI kelewatan karena lebih mengutamakan bertemu dengan CEO Siemens Asia Pacific di luar negeri daripada menghadiri RDP.

Lantaran geram, Mufti Anam meminta agar pembahasan perihal usulan PMN KAI ditunda hingga suntikan anggaran segar untuk tahun depan ditiadakan saja. 

“Mohon izin pimpinan, ini kita bahas soal persetujuan PMN Pak, artinya PMN tidak penting buat Pak Dirut? Lebih penting Siemens tadi, ditunda saja kalau ini memang gak penting atau ditiadakan saja dengan KAI ini Pak,” ucapnya.

Tak sampai di situ, anggota Komisi VI lainnya, Darmadi Durianto, juga ikut menimpali. Dia menjelaskan bahwa nilai PMN yang diminta KAI sangat tinggi, karena itu kehadiran Direktur Utama KAI dalam rapat menjadi hal utama.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Potensi Pemborosan Rp1 Triliun per Bulan, DPR Usul MBG Disetop saat Libur Sekolah

57 tahun lalu

DPR Siap Bahas Aturan Baru untuk Menindak Pelaku dan Pengkampanye LGBT

57 tahun lalu

KPK: Angga Tersangka Suap Audit BPK Muara Enim Pernah Jadi Staf Ahli di DPR

57 tahun lalu

Listrik Padam Bergilir di Wilayah Jawa, PLN Minta Maaf

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal