Dua Juta Turis China Dilarang Masuk, Indonesia Berpotensi Kehilangan Devisa Rp40 Triliun

Muhammad Aulia
Turis China. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Indonesia melarang sementara masuknya turis China menyusulnya wabah virus korona. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menggerus devisa hingga Rp40 triliun

Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyebut turis China yang datang ke Indonesia mencapai dua juta per tahun. Pengeluaran turis China dinilainya lebih besar daripada rata-rata turis asing.

Susiwijono mengungkapkan, pengeluaran turis China selama di Indonesia rata-rata 1.385 dolar AS. Sementara turis asing rata-rata mengeluaran 1.280 dolar AS.

"Tiongkok adalah wisman tertinggi kedua yakni 2,07 juta dengan spending rata-rata per kunjungan 1.385 dolar AS. Kalau dikalikan, itu bisa hilang 2,87 miliar dolar AS atau sekitar Rp40,7 triliun," ujarnya di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Susiwijono menyebut, potensi kehilangan devisa bisa lebih besar. Pasalnya, wabah virus korona tidak hanya membatasi kunjungan turis China saja. Saat ini, ada 28 negara yang terpapar virus korona, sehingga banyak dari warga mereka menunda untuk berpergian ke luar negeri, termasuk Indonesia.

Susiwijono mengatakan, sektor penerbangan menjadi industri yang paling terdampak dari virus korona.

"Kalau bicara winter season antara bulan Oktober sampai Maret, seat yang terancam tidak terisi kira-kira 2,1 juta seat itu dari Tiongkok saja, baik yang berlibur maupun bisnis," ucap Susiwijono.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
16 hari lalu

Bahlil Jamin Harga BBM Baru B50 untuk Kapal Nelayan Tetap Murah

2 bulan lalu

Mulai Hari Ini, Eksportir Wajib Parkir 100% DHE SDA di Dalam Negeri

2 bulan lalu

Cerita Prabowo Punya Hubungan Khusus dengan Kebumen: Almarhum Ayahanda Saya Lahir di Sini

6 bulan lalu

Prabowo bakal Resmikan Kilang Minyak di Balikpapan: Kita Hemat Devisa, Tak Perlu Impor BBM 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal