Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gunung Merapi Erupsi Luncurkan Wedhus Gembel 2 Km ke Kali Sat, Warga Diminta Waspada
Advertisement . Scroll to see content

Gunung Marapi Erupsi, Hujan Abu Vulkanik Guyur Tanah Datar

Rabu, 30 September 2026 - 21:52:00 WIB
Gunung Marapi Erupsi, Hujan Abu Vulkanik Guyur Tanah Datar
Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi dengan melontarkan lava pijar dan abu vulkanik. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

PADANG, iNews.id – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi. Gunung api aktif tersebut melontarkan kolom abu vulkanik yang diperkirakan mencapai ketinggian 1.500 meter di atas kawah utama.

Dampak dari letusan tersebut, sejumlah warga melaporkan telah terjadi hujan abu vulkanik tipis di kawasan Aia Angek, Kabupaten Tanah Datar. 

Detik-detik terjadinya erupsi terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar kawasan puncak. Berdasarkan rekaman visual, semburan material abu vulkanik membubung dari Kawah Verbeek dengan arah sebaran condong ke barat daya.

Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Marapi mencatat bahwa tinggi kolom abu secara kasat mata sulit teramati langsung dari pos karena puncak gunung tertutup kabut tebal.

Secara kegempaan, erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25,9 milimeter dan durasi gempa letusan berlangsung selama 42 detik. 

"Erupsi terjadi pada sore hari pukul 17.35 WIB dengan amplitudo 25,9 mm dan durasi 42 detik. Aktivitas Marapi sejak 14 September memang ditandai dengan banyaknya hembusan, tremor menerus, serta gempa low frequency dan hybrid hingga terjadi erupsi beruntun," ujar Petugas Pos PGA Marapi PVMBG Bukittinggi, Asep Antoni. 

Rangkaian peningkatan aktivitas vulkanik ini tercatat telah memicu erupsi sebelumnya pada tanggal 26 September 2026 dan kembali berulang pada Selasa (29/9/2026) sore. 

Gunung Marapi masih ditetapkan berada pada Tingkat Aktivitas Level II (Waspada). PVMBG mengimbau masyarakat, pendaki, maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam zona bahaya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut