Dunia Hadapi Resesi Ekonomi Hingga 2023 akibat Perang Rusia-Ukraina, Ekonom: Terburuk di Tiga Negara Ini

Anggie Ariesta
Kantor Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed). (Foto: Reuters)

Deutsche Bank mengatakan faktor terpenting di balik pandangannya yang lebih negatif adalah kemungkinan bahwa inflasi akan tetap "terus meningkat lebih lama dari yang diperkirakan secara umum."

Bank sentral mengatakan beberapa perkembangan akan berkontribusi pada inflasi yang lebih tinggi dari yang ditakuti, termasuk: pembalikan globalisasi, perubahan iklim, gangguan rantai pasokan lebih lanjut yang disebabkan oleh perang di Ukraina dan penguncian Covid di China dan peningkatan ekspektasi inflasi yang akan datang. inflasi yang sebenarnya.

Sementara IMF memproyeksikan Inggris akan mengalami inflasi tertinggi pada 2023 dengan pertumbuhan ekonomi terendah dibandingkan negara-negra G7 lainnya.

Adapun sumber masalah Jerman terletak pada dampak perang Rusia-Ukraina. Seperti diketahui, Presiden Vladimir Putin telah memerintahkan untuk menghentikan aliran gas ke Polandia dan Bulgaria. 

Hal itu, dikhawatirkan menimbulkan krisis energi kembali terjadi di Inggris, begitu juga dengan Jerman. Bahkan Jerman diprediksi mengahdapi resesi brutal, karena seperempat energi Jerman berasal dari impor gas alam, di mana dua pertiganya dipasok Rusia. 

Pada akhir kuartal I 2022, Jerman telah mengurangi impor Rusia menjadi hanya 40 persen dari campuran gas alamnya, dan bertujuan untuk menguranginya lebih lanjut pada akhir tahun. 

Namun itu masih berarti bahwa jika Rusia mematikan katup gas, Jerman perlu menemukan sumber untuk menggantikan sekitar 10 persen dari total bauran energinya.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Seleb
5 hari lalu

Mengenal Fineshield, Proteksi Jam Tangan Mewah dengan Teknologi Jerman

Nasional
7 hari lalu

Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Pembangunan 10 Kampus Kerja Sama RI-Inggris

Nasional
8 hari lalu

Prabowo Kumpulkan Menteri di Hambalang, Bahas Progres Kerja Sama Pendidikan RI–Inggris

Nasional
8 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat Lagi, Sentuh Rp16.768 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal