Ekspor Industri Manufaktur Naik 24 Persen di Tengah Risiko Ketidakpastian Kondisi Global

Advenia Elisabeth
Industri pengolahan mencatat nilai ekspor sepanjang Januari-Agustus 2022 sebesar 139,23 miliar dolar AS atau naik 24,03 persen. (Foto: Istimewa)

“Kenaikan eskpor ini didorong oleh komoditas minyak kelapa sawit, besi baja, peralatan listrik, kendaraan dan bagiannya, serta turunan nikel,” kata dia.

Menurutnya, banyak manfaat yang telah didapatkan Indonesia dari implementasi kebijakan hilirisasi, antara lain menghasilkan nilai tambah, memperkuat struktur industri, menyediakan lapangan pekerjaan, dan memberikan peluang usaha. 

“Melalui hilirisasi, Indonesia tidak lagi menjual barang mentah, namun sudah diolah baik itu produk setengah jadi maupun menjadi produk akhir,” ujar Agus.

Pemerintah telah mampu menjaga kinerja ekonomi Indonesia tetap tumbuh pada kuartal II tahun 2022 sebesar 5,44 persen secara tahunan (year on year). Pertumbuhan ini lebih baik dibandingkan negara lain yang mengalami perlambatan ekonomi pada periode yang sama, seperti Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Spanyol, Korea Selatan, dan China.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
24 hari lalu

Sertijab Menperin, Sarmuji Ingatkan Jajarannya Tak Beri Penghormatan dan Pelayanan Berlebihan

25 hari lalu

BPS: Kunjungan Wisatawan Mancanegara Makin Dekati Level Sebelum Pandemi

25 hari lalu

Prabowo Lantik Sarmuji Jadi Menteri Perindustrian, Gantikan Agus Gumiwang 

25 hari lalu

Inflasi September 2026 Tembus 3,28%, Harga Cabai hingga Daging Ayam Jadi Biang Kerok

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal