"Melalui Program Desa Energi Berdikari, Pertamina menghadirkan energi bersih yang mampu menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat. Energi yang tersedia membantu meningkatkan produktivitas, membuka peluang usaha, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa," ujar Baron.
Pemanfaatan energi bersih telah menciptakan efek berganda. Sepanjang 2025, Program DEB berkontribusi terhadap peningkatan produksi pangan hingga 21.357 ton per tahun. Di berbagai daerah, energi bersih juga mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi penggerak ekonomi desa.
Selain manfaat ekonomi, Program DEB juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK). Sampai dengan Juni 2026, program ini berhasil menurunkan emisi sebesar 72.979 ton CO₂e per tahun sebagai bagian dari dukungan Pertamina terhadap target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060.
"Indonesia memiliki potensi energi bersih yang sangat besar. Pertamina akan terus memperluas Program Desa Energi Berdikari agar semakin banyak masyarakat desa yang memperoleh manfaat, baik dari sisi akses energi, peningkatan ekonomi, maupun ketahanan pangan," tambah Baron.
Secara keseluruhan, Program Desa Energi Berdikari telah memberikan manfaat kepada 96.925 orang. Adapun berbagai program unggulan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Pertamina secara keseluruhan telah menjangkau 283.841 penerima manfaat.
"Bagi Pertamina, transisi energi harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Karena itu, kami akan terus mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," tutup Baron.