Erick menyayangkan sikap Harry karena membawa senjata api saat melakukan kunjungan kerja ke daerah. Menurutnya, tindakan itu tidak perlu dilakukan oleh seorang petinggi BUMN.
Sikap itu juga bertolak belakang dengan filosofi BUMN yakni Akhlak. Di mana, perusahaan negara harus mengutamakan pelayanan publik.
"Menterinya saja tidak bawa senjata, fungsinya apa? apakah ini menakut-nakuti, saya pikir tidak perlu lah. Kita ini dengan filosofi Akhlak di BUMN itukan melayani, konsepnya sekarang kita melayani, bukan dengan menutup dan arogansi," ucapnya.
Erick menuturkan, BUMN harus memposisikan diri sebagai pelayan publik, selain menjadi perusahaan milik negara yang bisa memberi keuntungan bagi negara.
"Kita bekerja keras buat negara karena hasilnya, keuntungannya diberikan ke negara, tapi pelayanan semuanya ke publik," katanya.