Kedua, masalah leadership dan standar operasional prosedur (SOP). Menurut Erick, hal ini menjadi cukup penting, sebab saat ini bukan lagi eranya bekerja sendiri, namun memerlukan kolaborasi atau team work.
"Kalau BUMN hanya tergantung pada seorang Erick Thohir, tidak mungkin kita bisa membenahi BUMN yang tadinya jumlahnya 108 sekarang dikecilkan menjadi 41. Yang tadinya labanya hanya Rp13 triliun, sekarang labanya Rp126 tirliun," ucap Erick.
Ketiga, penetapan bottom line. Hal ini penting untuk menjadi tolok ukur sebuah perusahaan harus diperkuat, jangan sampai usaha yang dilakukan justru malah mendapatkan dampak kerugian.
"Nah tiga ini bisnis model, pembentukan tim dan SOP, dan untuk menerapkan target yang transparan, dan profesional itu menjadi transformasi yang kita lakukan," tuturnya.