Menurut Gatot, peran Pelita Air dalam holding BUMN penerbangan penting untuk bersinergi dengan Pertamina. Hal ini terkait dengan penugasan pemerintah kepada Pertamina untuk memberlakukan BBM Satu Harga.
"Jadi kan selama ini kargo yang ke Papua dan 3T (terdepan, terluar, tertinggal) membawanya. Sekarang sudah bersinergi dengan Pelni dan sebagainya. Tapi ke depan yang besar-besar dengan kargo," ujar dia.
Gatot menjelaskan, Airbus A400 cocok digunakan untuk di medan-medan yang sulit ditembus jalur darat atau pesawat perintis. Indonesia pernah meminjam pesawat ini dari China untuk diterbangkan ke Palu, Sulawesi Tengah.
"Jadi mengapa rescue yang di Palu bisa cepat selama seminggu. Karena salah satunya kita menggunakan Airbus 400. Jadi dia bisa runwaynya ngga nyampe 1000 meter, dan satu setengah kali dari hercules," tutur Gatot.