"KAI beserta group punya pegawai 46.000 terdiri dari induk 30.000, anak usaha ada enam sekitar 16.000. Kami tidak akan mengambil kebijakan PHK dan pemotongan gaji sehingga kami memerlukan likuiditas sekitar 1,25 triliun untuk membiayai pegawai," ujarnya.
Selain mengutamakan pegawai, KAI juga berusaha untuk menjaga likuiditas perusahaan. Salah satunya dengan melakukan efisiensi biaya-biaya yang dianggap bisa ditunda.
"Kedua, likuiditas. Ketiga efisiensi biaya. Kami potong biaya sampai 40 persen. Kalau enggak dipotong digeser ke belakang atau nego dengan vendor," tuturnya.