Garap Proyek Kereta Cepat Whoosh, KAI Absen Setor Dividen ke Negara sejak 2021

Suparjo Ramalan
PT KAI absen menyetor dividen ke negara sejak 2021 hingga 2023 karena diminta memperkuat struktur keuangan dan fokus menyelesaikan proyek Kereta Cepat Whoosh. (Foto: Dok. KCIC)

Sebagai informasi, pembangunan proyek Kereta Cepat Whoosh diperoleh dari dana pinjaman China Development Bank (CDB) sebesar 75 persen.

Sedangkan 25 persen sisanya merupakan setoran modal pemegang saham, yaitu gabungan dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) 60 persen dan Beijing Yawan HSR Co Ltd 40 persen.

PSBI merupakan konsorsium yang beranggotakan beberapa BUMN. Dari komposisi pemegang sahamnya, KAI sebesar 51,37 persen, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 39,12 persen, PT Perkebunan Nusantara I 1,21 persen, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk 8,30 persen.

Konsorsium BUMN ini menggandeng konsorsium perusahaan perkeretaapian China, melalui Beijing Yawan HSR Co Ltd membentuk perusahaan patungan yang dikenal PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), sekaligus menjadi operator Kereta Cepat Whoosh saat ini.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
3 jam lalu

Transformasi KAI Makin Digital di Era AI, Pelayanan Pelanggan Tetap Diutamakan

5 hari lalu

KAI Segera Impor 23 KRL Bekas dari Jepang, Atasi Kekurangan Kereta

12 hari lalu

KAI Commuter Ambil Alih KA Bandara YIA Mulai Hari Ini, Tiket Terintegrasi KRL

15 hari lalu

403.626 Wisatawan Malaysia Naik Kereta Cepat Whoosh, Jadi Penumpang Asing Terbanyak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal