Ketua Bidang Perindustrian dan Perdagangan DPP Partai Perindo, Redi Nusantara. (Foto: tangkapan layar)
Heri Purnomo

JAKARTA, iNews.id - Ketua Bidang Perindustrian dan Perdagangan DPP Partai Perindo, Redi Nusantara, memprediksi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) akan semakin menghantui karyawan.

Menurut dia, hal itu dikarenakan saat ini kondisi ekonomi global sedang tidak menentu bahkan diprediksi akan mengalami resesi.

"Kalau kita melihat kondisi global (ekonomi) saat ini, menurut analisa saya, gelombang PHKl akan makin membesar," kata Redi, dalam podcast Partai Perindo dengan tema 'Pemutusan Hubungan Kerja dan bagaimana aturannya' Minggu (2/10/2022). 

Dia menyampaikan, gelombang PHK itu disebabkan oleh dampak perang Rusia-Ukraina yang mengakibatkan gangguan pada rantai pasok sehingga sejumlah harga komoditas mengalami kenaikan. 

"Kejadian perang  yang mengakibatkan semua akan terkena dampak dan harga berubah," ungkap Redi.

Kemudian, adanya pandemi yang menghatam seluruh dunia yang mengakibatkan sejumlah perusahaan mengalami kebangkrutan, sehingga perusahaan melakukan PHK terhadap karyawanya. 

Ketika pandemi mulai mereda, lanjutnya, dunia kembali digoncangkan dengan adanya oerang antara Ukraina dan Rusia yang menyebabkan berbagai kebutuhan oangan dan migas terganggu. 

"Dimana akibat perang tersebut akan berdampak terhadap kebutuhan pangan dan bahan bakar minyak. Akibatnya biaya meningkat. Karena kalau supplynya susah demainnya naik,  maka harga akan naik. Dengan begini, gelombang PHK kedepan cenderung lebih berbahaya,  dan itu resikonya," ujar Redi.

Dia menjelaskan-, perusahaan melakukan PHK terhadap karyawan sebagai langkah untuk menyelamatkan kondisi peeusahaan yang terdampak kondisi ekonomi.

"Kalo saya melihat, jika perusahaan sebesar itu berani mem phk karyawan,  dia sudah melihat bahwa dalam waktu jangka pendek, menegah dan panjang, perusahaan ini dalam kondisi menurun," tutur Redi.


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT