Genjot Infrastruktur, Utang BUMN Bengkak Jadi Rp1.682 Triliun

Suparjo Ramalan
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mencatat utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus membengkak. Per September 2020, posisi utang perusahaan negara mencapai Rp1.682 triliun.

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodojo mengatakan, BUMN ditugaskan membangun banyak infrastruktur. Perintah tersebut tetap dilaksanakan di tengah kesulitan keuangan akibat pandemi Covid-19.

"Memang kami sangat diharapkan membangun infrastruktur dasar seperti tol, bandara, pelabuhan membuat secara posisi utang BUMN meningkat mencapai Rp1.682 triliun di bulan sembilan 2020," kata Kartika dalam BRI Group Economic Forum 2021, Kamis (28/1/2021).

Tren kenaikan utang, kata dia, terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Data Kementerian BUMN, utang perusahaan pelat merah tercatat Rp942,9 triliun. Kemudian, utang kembali naik pada 2018 menjadi Rp1.251,7 triliun.

Pada 2019, utang meningkat lagi menjadi Rp1.393 triliun. Pada tahun lalu, peningkatan signifikan terjadi karena BUMN kekurangan dana membangun.

"Covid-19 memang secara signifikan memengaruhi seluruh perusahaan tak kecuali BUMN," kata mantan direktur utama Bank Mandiri itu.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
3 hari lalu

Kasus Influenza A Mulai Meningkat, Lebih Bahaya dari Covid-19?

4 hari lalu

Prabowo Tekankan Peran Vital Giant Sea Wall: Lindungi 50 Juta Penduduk, Amankan 38 Persen PDB

5 hari lalu

Prabowo Ungkap Alasan Pangkas TKD: Banyak Pemda Tak Gunakan Anggaran dengan Baik

6 hari lalu

Proyek Apartemen LRT City Mangkrak, Bos Adhi Karya Ungkap Biang Keroknya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal