"Kalau ditanya (dulu) apa Gojek akan menjadi sebesar sekarang jawaban saya pasti tidak ada dugaan sama sekali. Gojek bergerak sendiri, berevolusi di bidang teknologi dan kemanusiaan," ujarnya.
Presiden Direktur Gojek Andre Soelistyo mengakui bahwa Gojek memiliki banyak pemegang saham. Namun, dia enggan mengungkapkan nominal pendanaan yang sudah diraih Gojek.
Menurut dia, gencarnya investasi ke Gojek merupakan bentuk apresiasi dan kepercayaan dari para pemain global. Terutama bagi investor asing yang paham bahwa startup di negara berkembang membutuhkan mitra yang kuat agar tetap bisa bertahan.
"Contoh Google, perusahaan teknologi yang dipakai semua orang. Google salah satu perusahaan terbesar dunia mereka percayakan Gojek untuk berdayakan negara emerging, untuk bantu secara real," ucapnya.
Investor kakap diakui Andre banyak masuk dalam seri pendanaan E dan F. Namun, kata dia, banyak investor yang sudah ada (existing) kembali menambahkan modalnya di Gojek.Artinya, kata dia, investor percaya dengan para pendiri Gojek.
"Kami senang dalam pendanaan seri F yang kami jalankan kebanyakan dari existing shareholder," kata dia.
Pendanaan Seri F yang telah dilakukan Gojek dipimpin oleh Google, JD.com, dan Tencent, serta beberapa investor lainnya termasuk Mitsubishi Corporation dan Provident Capital. Andre memastikan para pendiri Gojek tetap memiliki kontrol terhadap pengambilan keputusan dan penentuan arah kebijakan perusahaan.