GOTO Bantah Kabar Merger dengan Grab, Ini Penjelasannya

Dinar Fitra Maghiszha
GOTO bantah kabar merger dengan Grab (ist)

Sebagai perusahaan publik yang tunduk terhadap regulasi pasar modal, Pablo menegaskan pihaknya akan selalu mematuhi semua hukum dan peraturan yang relevan.

“Apabila terdapat informasi material yang melibatkan perseroan, kami akan menyampaikan keterbukaan informasi sesuai ketentuan,” ujar pria berkewarganegaraan Australia tersebut.

Sementara itu, Direktur/Presiden Layanan On-Demand GOTO Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan perseroan fokus terhadap fundamental bisnis untuk memacu pertumbuhan ke depan. Pengembangan layanan Gojek, GoCar, GoFood, dan layanan on-demand services lain menjadi prioritas perseroan, terutama dalam memperluas pasar dan menjangkau produk-produk dengan harga terjangkau.

“Seperti Go-Car Hemat, Go-Food Hemat yang tadi kami sebutkan, sejak diluncurkan tahun lalu, layanan-layanan ini mendapatkan respon yang sangat positif dari pasar. Kami juga memperkenalkan layanan Go Transit di mana kita mengintegrasikan antara, ride-hailing dengan public transportasi,” ucap Catherine.

Pihaknya mendorong aneka produk baru ini dapat menyasar lebih banyak kota baru di Indonesia. Perluasan layanan Go-Food juga dibidik dapat meningkat dari sisi volume transaksi, yang diharapkan juga dapat berdampak terhadap mitra driver, hingga UMKM.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
6 hari lalu

MSCI Hapus Saham GOTO dari Indeks Indonesia, Ini Alasannya

7 hari lalu

Eks Petinggi GoTo Bantah Nadiem Terima Uang Rp809 Miliar

7 hari lalu

Sidang Banding, Eks Dirut Tegaskan Nadiem Bukan Pemilik Manfaat GoTo

1 bulan lalu

Danantara Resmi Merger 4 Perusahaan Aset Manajemen, Jadi yang Terbesar di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal