Harga Beras Melambung di Tengah Pasokan Melimpah, Ini Kata Kementan

Tangguh Yudha
ilustrasi harga beras melonjak di tengah pasokan yang melimpah. (foto: iNews.id)

Namun, ia menyoroti tingginya harga beras di wilayah Jabodetabek, terutama di Jakarta, yang tidak lagi disebabkan oleh hambatan logistik atau stok, melainkan oleh perilaku pasar di tingkat distribusi.

"Untuk pasar induk terbesar sebagai barometer beras di Indonesia itu PIBC (Pasar Induk Beras Cipinang). Coba harga beras di Cipinang dengan di Jakarta Selatan, Cipete, Cipulir atau Jakarta Timur, Jakarta Utara, disparitasnya berapa?" ujar Suwandi.

"Itu kalau ada selisih disparitas yang tinggi dari PIBC dengan yang lain, bukan lagi faktor hard system, seperti angkutan, stok, logistik, tetapi soft system. Kayaknya sudah perilaku pasar, ada momentum-momentum tertentu hit and run," lanjutnya.

Suwandi juga menekankan perlunya pendekatan langsung di pasar-pasar utama untuk mengatasi spekulasi harga, terutama di wilayah yang bukan terkendala infrastruktur distribusi. Menurutnya, dengan dilakukan kunjungan pasar, maka kenaikan harga beras diharapkan bisa ditekan.

“Beda dengan zona 3. Di sana memang tantangannya adalah pengangkutan, faktor fisik atau hard system. Tapi di wilayah lain, dominan karena faktor perdagangan,” ungkap dia.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Seleb
2 hari lalu

Jelang Lebaran 2026, Dewi Perssik Bagi-Bagi 8.400 Beras Zakat di Jember

Nasional
3 hari lalu

Indonesia Surplus Beras 13 Persen, Buka Keran Ekspor ke Arab Saudi dan Papua Nugini

Nasional
17 hari lalu

Update Harga Pangan 5 Maret 2026: Cabai Rawit-Telur Ayam Naik, Minyak Goreng Turun

Nasional
31 hari lalu

Kementan Jamin Stok Cabai Surplus untuk Ramadan hingga Lebaran 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal