Pada 2019, Ginting Jaya Energi menargetkan pendapatan Rp185 miliar. Target ini meningkat 10,02 persen dibandingkan tahun 2018. Adapun laba bersih ditargetkan mencapai Rp31 miliar.
“Ini berdasarkan pada nilai kontrak yang kami dapatkan tahun ini,” kata Jimmy.
Pada April 2019, Ginting Jaya Energi mendapatkan kontrak Rp390 miliar untuk layanan workover dan well service yang dengan masa kontrak selama dua tahun.
“Karena kontraknya dua tahun, jadi tahun ini kami dapat separuh dari total nilai kontrak senilai Rp390 miliar,” ujarnya.
Dalam IPO ini, Ginting Jaya Energi menunjuk MNC Sekuritas dan Jasa Utama Capital sebagai penjamin pelaksana emisi.