Harga Migas Turun, Shell Bukukan Penurunan Laba 34 Persen di Kuartal III 2023

Aditya Pratama
Raksasa migas asal Inggris, Shell mencatatkan penurunan laba 34 persen pada kuartal III 2023 menjadi 6,2 miliar dolar AS atau setara Rp96,65 triliun. (Foto: Reuters)

“Kami terus menyederhanakan portofolio kami sambil memberikan nilai lebih dengan emisi lebih sedikit,” ucap Sawan dalam sebuah pernyataan dikutip, Minggu (5/11/2023).

Pendapatan Shell dipengaruhi rendahnya produksi divisi LNG andalan mereka, yang telah terkendala oleh masalah operasional dalam beberapa tahun terakhir, khususnya pada fasilitas produksi LNG terapung Prelude berkapasitas 3,6 juta metrik ton per tahun di lepas pantai Australia.

Produksi di divisi Gas Terpadu turun 9 persen dari kuartal sebelumnya karena pemeliharaan di Prelude, yang juga disebut-sebut sebagai penyebab penurunan volume pencairan sebesar 4 persen, serta lokasi di Trinidad & Tobago dan Qatar.

Shell memperkirakan Prelude akan kembali beroperasi pada bulan Desember setelah memulai pekerjaan pemeliharaan pada bulan Agustus.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bahlil Turunkan Harga Gas Industri: untuk Menjaga Daya Saing dan Lapangan Pekerjaan

57 tahun lalu

Bahlil Turunkan Harga Gas Industri ke 13 Dolar AS per MMBTU, Pelaku Usaha Bernapas Lega

57 tahun lalu

BEI Cetak Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tembus Rp1,07 Triliun

57 tahun lalu

Laba Maskapai Penerbangan Global Diprediksi Anjlok Imbas Lonjakan Harga Avtur 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal