Harga Minyak Mentah Ambles hingga 5 Persen dalam Sepekan Imbas Permintaan Melemah

Aditya Pratama
Harga minyak mentah ambles dalam perdagangan sepekan. Brent turun sekitar 4 persen, sementara WTI melemah 5 persen. (Foto: AP)

Presiden terpilih AS Donald Trump telah berjanji untuk mengenakan tarif pada impor China lebih dari 60 persen. Angka ini jauh lebih tinggi daripada yang dikenakan selama masa jabatan periode pertamanya.

Ekonom Goldman Sachs Research telah sedikit menurunkan perkiraan pertumbuhan 2025 untuk China, menyusul ekspektasi kenaikan tarif yang signifikan di bawah Trump.

"Namun, kami kemungkinan akan melakukan penurunan peringkat yang lebih besar jika perang dagang semakin meningkat," kata Kepala Ekonom Goldman Sachs Research, Jan Hatzius dalam sebuah catatan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol menyebut penurunan harga minyak mentah pada minggu ini karena melambatnya pertumbuhan permintaan global.

"Permintaan minyak global semakin melemah. Kita telah melihat ini selama beberapa waktu dan ini terutama didorong oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi China dan meningkatnya penetrasi mobil listrik di seluruh dunia," ujarnya pada gelaran KTT COP29.

IEA turut memperkirakan pasokan minyak global akan melebihi permintaan lebih dari 1 juta barel per hari pada tahun 2025 bahkan jika pemotongan produksi tetap dilakukan oleh OPEC+.

Sementara itu, OPEC memangkas perkiraannya untuk pertumbuhan permintaan minyak global untuk tahun ini dan 2025, menyoroti pelemahan di China, India, dan kawasan lain.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Turun usai AS-Iran Capai Kemajuan Perundingan Damai

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Bulan usai Kesepakatan Damai AS-Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal