Ilustrasi harga minyak dunia. (Foto: Istimewa)
Jeanny Aipassa

NEW YORK, iNews.id - Harga minyak mentah anjlok pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (28/10/2022) waktu setempat. Anjloknya harga minyak terutama dipicu perluasan lockdown Covid-19 di sejumlah kota di China

Mengutip Reuters, Sabtu (29/10/2022), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember merosot 1,19 dolar AS atau 1,2 persen menjadi 95,77 dolar AS per barel. 

Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember turun 1,18 dolar AS atau 1,3 persen ke 87,90 dolar AS per barel.

Meski demikian, harga minyak mentah sepanjang pekan ini menuai keuntungan seiring data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih baik dari prediksi. Harga minyak mentah Brent naik sekitar 2,0 persen dan WTI naik sekitar 3,0 persen.

Sejumlah kota besar di China memperluas lockdown (penutupan) wilayah dan kegiatan masyarakat akibat infeksi Covid-19 terbaru, pada Kamis (27/10/2022).

Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan pemerintah setempat memutuskan mengunci beberapa distrik dan menutup kantor serta pabrik setelah China mencatat 1.506 infeksi Covid-19 baru, naik dari 1.264 kasus baru per hari. 

Lockdown tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap rendahnya permintaan minyak mentah, mengingat China merupakan negara terbesar pengimpor minyak. 

Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan China melambat menjadi 3,2 persen tahun ini, turun 1,2 poin dari proyeksi April, setelah naik 8,1 persen pada 2021.

"Sulit untuk membuat alasan untuk rebound dalam pembelian minyak mentah China mengingat latar belakang ketidakpastian atas kebijakan nol-COVID," kata analis PVM Oil, Stephen Brennock.

Meski demikian, PetroChina mengatakan permintaan China untuk bahan bakar olahan dan gas alam ditetapkan untuk tumbuh di kuartal IV 2022 secara tahunan (YoY), seiring pemulihan ekonomi yang diharapkan karena Beijing meluncurkan lebih banyak kebijakan stimulus.

Kecemasan terhadap kondisi China dapat ditahan oleh data ekonomi yang mengejutkan dari sejumlah perusahaan AS. Pada Kamis (27/10/2022), AS melaporkan rebound produk domestik bruto (PDB) di kuartal III 2022, yang menunjukkan ketahanan ekonomi dari negara ekonomi terkuat dunia itu. 

Ekonomi Jerman juga tumbuh secara tak terduga pada kuartal III 2022, di tengah inflasi yang tinggi dan menimbulkan kekhawatiran terjadinya resesi terhadap negara eropa dengan ekonomi terkuat itu. 

Meski demikian, pelaku pasar tetap waspada dengan pemeberlakuan larangan Eropa terhadap impor minyak Rusia yang akan diberlakukan pada Desember 2022. 

"Pasar tetap waspada terhadap tenggat waktu untuk pembelian minyak mentah Rusia di Eropa sebelum sanksi dimulai pada 5 Desember," bunyi kutipan analis ANZ Research.



Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT