Harga Minyak Mentah Melemah Dipicu Impor China dan Ekspektasi Suku Bunga The Fed

Dinar Fitra Maghiszha
Harga minyak mentah bergerak melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (8/11/2022). Dipicu data dari China dan kebijakan suku bunga The Fed. (Foto: Reuters)

Pasar minyak sempat bergejolak pekan ini setelah otoritas China menegaskan komitmen mereka untuk tetap mengantisipasi wabah baru Covid-19 dengan tidak mengurangi kebijakan pengetatan mobilitas.

Ke depan, pasar minyak sedang menantikan data inflasi AS yang akan dirilis akhir pekan ini. Angka tersebut dapat memberi sinyal pasar untuk membaca langkah The Fed terkait kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Sebagai catatan, kenaikan suku bunga adalah salah satu beban terbesar bagi harga minyak tahun ini, karena pasar khawatir kebijakan moneter yang lebih ketat akan merugikan permintaan minyak mentah.

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden telah merilis minyak dari Cadangan Minyak Strategis sebagai upaya untuk menurunkan harga bensin. Tetapi pasokan diperkirakan masih ketat, terutama setelah pengurangan produksi oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
23 jam lalu

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS usai Prabowo Paparkan KEM-PPKF 2027

Nasional
23 jam lalu

BI Batasi Pembelian Valas Tunai Mulai Juni 2026, Dukung Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Nasional
24 jam lalu

Breaking News: BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,25 Persen

Nasional
2 hari lalu

Loyo, Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.706 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal