Harga Minyak Mentah Turun usai Israel Sepakat Gencatan Senjata dengan Hizbullah

Aditya Pratama
Harga minyak mentah pada perdagangan, Selasa (27/11/2024) usai Israel menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan Hizbullah. (Foto: AP)

Gencatan senjata dapat menekan harga minyak mentah karena pemerintah AS kemungkinan akan mengurangi sanksi terhadap minyak dari Iran, pendukung Hizbullah. 

Sementara itu, negara-negara anggota OPEC+ sedang membahas penundaan lebih lanjut untuk kenaikan produksi minyak yang direncanakan yang akan dimulai pada bulan Januari. 

Kelompok tersebut memompa sekitar setengah dari minyak dunia dan telah merencanakan untuk secara bertahap mengurangi pemotongan produksi minyak dengan sedikit peningkatan selama beberapa bulan pada tahun 2024 dan 2025. 

Namun, perlambatan permintaan China dan global, serta peningkatan produksi di luar kelompok tersebut telah menghambat rencana tersebut.

"Ada bara api dalam api ketika OPEC+ berupaya menunda lagi peningkatan produksi dan tarif Trump, tetapi itu tidak cukup untuk menggerakkan harga agar tetap berada di atas 70 dolar AS per barel untuk WTI," ucap John Kilduff dari Again Capital.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Buletin
3 hari lalu

Harga Minyak Dunia Meroket, Tembus 100 Dolar AS per Barel!

Nasional
3 hari lalu

Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS Imbas Eskalasi Perang di Timur Tengah

Nasional
3 hari lalu

Ekonom Sebut Penutupan Selat Hormuz Berdampak terhadap APBN, Defisit Bisa Lewati 3 Persen

Bisnis
6 bulan lalu

Harga Minyak Mentah RI ICP Turun Jadi 66,07 Dolar AS per Barel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal