Dalam pemberdayaan ini, Suhono melewati 4 fase, yakni fase pertama Founder Sourcing, fase 2 Community Engagement, fase 3 Challenge Development, dan fase 4 Continuity. Di fase-fase tersebut Suhono bertemu dengan pelaku bisnis lain yang membuatnya makin berkembang.
“Dari keuangan, dari cara berkomunikasi, cara membuat bisnis lebih bagus, scale up, tentu banyak yang kami dapat di Hetero,” ucap Sahono usai berdiskusi dengan Ganjar bersama puluhan alumni Hetero for Startup lainnya di Puri Gedeh, Kota Semarang, Rabu (16/8/2023).
Tak hanya membuat bisnisnya scale up, Sahono menyebut dirinya juga bisa memberikan dampak signifikan terhadap para pelaku UMKM Salatiga. Pasalnya, selama ini Jegg Boy and Girl bisa memberdayakan SDM lokal.
Sesuai dengan namanya, Jegg Boy and Girl telah memiliki 240 driver aktif yang siap melayani konsumen berbelanja. Sebanyak 40 persennya nya adalah driver wanita dan berusia dibawah 35 tahun.
Dengan jam operasional mulai pukul 5 pagi hingga 12 malam dan tarif Rp2.250 per kilometer, rata-rata tarif satu kali layanan sebesar Rp10.000 di Salatiga.