HIPMI: Pembentukan Kementerian Investasi Beri Kepastian Pada Investor

Ferdi Rantung
Ilustrasi BKPM

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Mardani H. Maming, mengatakan pembentukan Kementerian Investasi menggantikan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan memberikan kepastian kepada investor. 

Seperti diketahui, pembentukan Kementerian Investasi menggantikan BKPM mencuat seiring isu perombakan (reshuffle) kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kami menilai ide Presiden Jokowi untuk merombak nomenklatur BKPM menjadi Kementerian Investasi sudah tepat, karena harus didesain efisien dan ramping, tapi tetap memiliki gugus fungsi yang jelas," ujar Maming, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (16/4/2021).

Menurut Mardani, Kementerian Investasi diperlukan untuk mengatasi problem neraca perdagangan yang selalu defisit, yang  disebabkan oleh dua faktor, yakni investasi dan ekspor. Keberadaan Kementerian Investasi juga diyakini akan mengatasi masalah birokrasi antar-kementerian sehingga realisasi investasi lebih optimal. 

Dengan demikian, lanjut Maming, pemerintah bisa mengoordinasikan lebih baik lagi prioritasnya. Karena kebanyakan yang mengurus juga tidak efisien. "Saya pikir rencana Bapak Jokowi harus kita dukung," ucap Ketua Umum BPP HIPMI.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Makro
5 tahun lalu

BKPM Jadi Kementerian Investasi, Ini Tanggapan Menko Luhut

Nasional
7 hari lalu

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH, Presiden KSPSI: Saya Sudah Tahu Sejak 8 Hari Lalu

Nasional
7 hari lalu

Blak-Blakan! Rocky Gerung Bocorkan Percakapan dengan Prabowo di Istana

Nasional
7 hari lalu

Akrab! Momen Rocky Gerung Tepuk Pundak Seskab Teddy di Istana

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal