Hungaria Tolak Sanksi Energi Baru Uni Eropa untuk Rusia

Aditya Pratama
Hungaria menyampaikan tidak mendukung sanksi putaran kedelapan yang direncanakan Uni Eropa terhadap Rusia jika terdapat sanksi energi. (Foto: Reuters)

BUDAPEST, iNews.id - Hungaria menyampaikan tidak mendukung sanksi putaran kedelapan yang direncanakan Uni Eropa terhadap Rusia jika terdapat sanksi energi. Hal itu disampaikan oleh Kepala Staf Perdana Menteri Hungaria, Gergely Gulyas.

Mengutip Reuters, Eksekutif Uni Eropa pada Rabu, mengusulkan sanksi baru terhadap Rusia, termasuk di antaranya pembatasan perdagangan yang lebih ketat, tambahan daftar hitam individu, dan batasan harga minyak untuk negara ketiga.

Sanksi yang diusulkan tidak termasuk langkah-langkah yang lebih keras, termasuk larangan mengimpor berlian Rusia, yang diupayakan oleh Rusia dengan Polandia dan tiga negara Baltik.

Untuk persetujuan menjatuhkan sanksi terbaru terhadap Rusia, negara-negara Uni Eropa butuh suara bulat. Namun, Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban belakangan ini telah menjadi kritikus vokal dan menyebut bahwa sanksi Uni Eropa telah menjadi bumerang yang menyebabkan kenaikan harga energi dan memberikan pukulan bagi ekonomi Eropa.

"Hungaria telah melakukan banyak hal untuk mempertahankan persatuan Eropa, tetapi jika ada sanksi energi dalam paket tersebut, maka kami tidak dapat dan tidak akan mendukungnya,"ujar Gergely Gulyas dikutip, Jumat (30/9/2022).

"Kami sedang menunggu daftar sanksi final yang lengkap dan kemudian kami dapat merundingkannya. Hungaria tidak dapat mendukung sanksi energi," sambungnya.

Pemerintah Hungaria sedang dalam pembicaraan dengan Komisi Eropa untuk mengamankan miliaran euro dalam dana Uni Eropa yang diblokir karena masalah aturan hukum. Gulyas berharap, kesepakatan akan ditandatangani karena Budapest siap memenuhi semua komitmennya kepada Komisi UE.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Kereta Hubungkan Iran dengan China dan Rusia

57 tahun lalu

Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!

57 tahun lalu

Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka

57 tahun lalu

Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal