IATA Bakal Akuisisi Perusahaan Jasa Reparasi Pesawat

Isna Rifka Sri Rahayu
Direktur Utama IATA, Henry Suparman (kanan) dan Wakil Direktur Utama Indonesia Air Wishnu Handoyono (kiri) memberikan keterangan pers usai RUPSLB di MNC Financial Center, Jakarta, Rabu (19/6/2019). (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

Wishnu optimistis akuisisi ini merupakan langkah yang tepat sebagai ekspansi bisnis IATA yang selama ini memiliki bisnis inti berupa pelayanan jasa angkutan udara bagi industri. Dia yakin, GMF akan memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan IATA.

Pada 2018, kinerja perusahaan dengan kode emiten IATA itu cukup tertekan seiring lesunya industri pertambangan yang menjadi pelanggan utama. Selain memberikan tambahan pendapatan IATA, GMF akan menekan biaya reparasi pesawat IATA.

"Dia sudah berdiri sejak 2008. Saya kira market share-nya juga cukup bagus. Di Halim sebagai homebase-nya mereka dan juga sudah pernah banyak kerja sama juga dengan IATA," ucap dia.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Bisnis
1 tahun lalu

Relaksasi Bea Impor Suku Cadang Pesawat Disetujui Kemenkeu, Menhub Harap Harga Tiket Pesawat Turun

Bisnis
2 tahun lalu

Menhub Hadiri Diskusi ICAO di Arab Saudi, Beberkan 3 Tantangan Industri Penerbangan

Bisnis
2 tahun lalu

Menhub Beberkan 4 Tantangan Industri Penerbangan yang Bikin Tiket Pesawat Mahal

Bisnis
2 tahun lalu

Kemenhub Gandeng Boeing Tingkatkan Industri Penerbangan Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal