JAKARTA, iNews.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan sedikitnya ada lima perusahaan yang ingin mencatatkan sahamnya di pasar modal terpaksa mengalami penundaan. Salah satu perusahaan yang menunda pelaksanaan Initial Public Offering (IPO) ini merupakan anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, yaitu PT Wika Realty.
BEI menilai, kelima perusahaan yang menunda untuk mencatatkan sahamnya di bursa dikarenakan tengah mencari momentum yang tepat di tengah berfluktuasinya kondisi pasar modal saat ini. Meski demikian, jumlah yang ada di pipeline masih 24 perusahaan yang tengah menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat menjelaskan, kelima perusahaan yang menunda untuk mencatatkan sahamnya di bursa di antaranya, PT Wika Realty, PT Wahana Vinnyl Nusantara, dan PT Artajasa Pembayaran Elektronis.
"Ada lima kalau enggak salah, termasuk Wika, Vinnyl. Ada lima sebagian besar karena market-nya. Iya ya satu lagi Wika Realty,” kata Samsul Hidayat, Selasa (22/5/2018).
BEI sebelumnya menilai, pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) tidak membuat sejumlah perusahaan menunda untuk melaksanakan IPO. "Karena rencana IPO itu bukan rencana sehari, tetapi rncana yang sudah diputuskan bertahun-tahun dan minat pembelinya juga sudah ada," ujar Samsul beberapa waktu lalu.