IHSG Bergejolak, BEI Akui 5 Perusahaan Tunda IPO

Gilang Praditya
Ilustrasi. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

Samsul Hidayat juga menilai, kondisi industri pasar modal bukan sepenuhnya disebabkan sentimen yang datang dari dalam negeri, tetapi dipengaruhi kebijakan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan China.

“Kalau dilihat, penurunan saham diimbangi dengan masih masuknya dana investor yang masuk untuk mengakumulasi saham-saham yang telah turun," katanya.

Saat ini, lanjut dia, fundamental ekonomi nasional masih terjaga, sejumlah data yang telah diumumkan juga terbilang masih baik. Pemerintah tentu akan terus berupaya untuk menjaga perekonomian nasional tetap baik dan kondusif.

Meski begitu, Samsul Hidayat mengakui, sentimen mengenai teror yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia dapat mengganggu persepsi investor untuk berinvestasi. "Investor sebenarnya sudah cukup imune dengan kondisi itu, tetapi kan harapan kita ini bisa diatasi secepatnya oleh pihak keamanan agar investor nyaman untuk investasi," katanya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Keuangan
3 hari lalu

OJK: Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Melonjak 36,95 Persen Sepanjang 2025

Keuangan
3 hari lalu

IHSG Hari Ini Dibuka di Zona Hijau, Mendekat ke Level 9.000

Keuangan
4 hari lalu

IHSG Hari Ini Ditutup Terkoreksi ke 8.925, Nilai Transaksi Tembus Rp28,2 Triliun

Nasional
4 hari lalu

IHSG Tembus Rekor di 9.000, Purbaya: Naik Terus!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal