IMF Peringatkan Gagal Bayar Utang AS Berdampak Serius pada Ekonomi Global

Dovana Hasiana
Kantor International Monetary Fund atau IMF. (Foto: dok iNews)

Secara spesifik, Kozack menjelaskan dampak risiko gagal bayar utang AS ke negara lain. Di antaranya adalah suku bunga yang akan semakin tinggi serta kerentanan ekonomi pada negara yang saat ini mengalami kesulitan membayar utang. Untuk itu, IMF meminta seluruh pihak di AS untuk mencapai konsensus agar persoalan utang tidak merambat ke ekonomi global. 

"Jadi, kami ingin menghindari dampak yang parah itu, dan kami sekali lagi, meminta semua pihak untuk bersatu, mencapai konsensus, dan menyelesaikan masalah ini secepat mungkin," ungkap Kozack.

Seperti diketahui, pagu utang pemerintah AS sebesar 31,4 triliun dolar AS telah tercapai pada Januari 2023. Bila hingga Juni 2023 pagu ini belum juga dinaikkan, pemerintah AS terancam kehilangan uang dan gagal membayar utang.

Presiden Joe Biden dan Menteri Keuangan AS Janet Yellen berulang kali mendesak Kongres untuk segera menaikkan batas pagu utang tersebut agar pembiayaan bisa kembali berjalan. 

Meski demikian, Kongres AS hingga saat ini belum memutuskan hal tersebut. Kongres yang didominasi oleh Partai Republik AS ini mengklaim, kenaikan pagu utang akan berimbas pada tingginya biaya utang akibat suku bunga yang saat ini juga naik. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
1 jam lalu

Blak-blakan, Trump Kritik Keras Netanyahu Sebelum Bertemu di Gedung Putih

13 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Lagi, Sentuh Rp18.083 per Dolar AS

14 jam lalu

AS Bakal Rampas Aset Iran untuk Bayar Kerugian Perang di Selat Hormuz dan Timur Tengah

15 jam lalu

Survei: Opini Warga AS terhadap Israel dan Netanyahu Makin Buruk

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal