Adapun, investasi dari Danantara dapat berupa direct investment, pembiayaan perbankan, dan skema lainnya.
"Dulunya kita taro IPO sebelum ada Danantara Pak, jadi kita diskusi dengan Danantara dulu, Danantara akan masuk ke dalam beberapa project ini apakah melalui direct investment, perbankan dan lain-lain," tuturnya.
Saat ditanya terkait potensi keterlibatan Patriot Bond (obligasi yang ditujukan untuk membiayai proyek strategis) dalam proyek-proyek Inalum, Melati Sarnita mengonfirmasi adanya wacana tersebut.
"Ada wacana seperti itu," katanya.
Terkait kinerja operasional inti perusahaan, Inalum mencatat bahwa pertumbuhan sektor aluminium seiring dengan pertumbuhan PDB, dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional.
Perlu diketahui, pada tahun 2024, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menunjukkan kinerja keuangan yang solid. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini berhasil membukukan laba bersih sebesar 123,7 juta dolar AS.