Indonesia Ingin Gabung BRICS, Ekonom: Diversifikasi Perdagangan dan Hubungan Luar Negeri

Suparjo Ramalan
Ekonom menilai minat Indonesia bergabung dalam BRICS sebagai bentuk diversifikasi perdagangan dan hubungan luar negeri. (Foto: Istimewa)

“Apalagi bergantung pada negara-negara tradisional, apalagi negara yang sekarang ini malah mengalami perlambatan ekonomi, Amerika kan melambat ekonominya, Eropa uda lama juga,” tuturnya.

Faisal menambahkan, masuknya Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap Amerika Serikat, terutama di sektor perdagangan internasional.

Tak hanya Indonesia, tiga negara di Asia Tenggara (ASEAN) juga masuk menjadi anggota BRICS, yakni Malaysia, Vietnam dan Thailand.

Lantas, bergabungnya empat negara ASEAN ini apakah akan menggeser dominasi dolar atau dedolarisasi dalam ekosistem perdagangan internasional?

Terkait hal ini, Faisal menilai, masuknya empat negara Asia Tenggara menjadi 13 mitra baru BRICS tidak serta merta menghilangkan dominasi mata uang dolar AS, sekalipun langkah dedolarisasi bisa dilakukan.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
4 hari lalu

Prabowo Sebut Ada Kelompok Ingin Indonesia Terpecah, Ingatkan yang Jahat Pasti Kalah

7 hari lalu

Moeldoko Peringatkan Indonesia Jangan Cuma Jadi Pasar Kendaraan Listrik Asing

8 hari lalu

Gibran Gandeng Eks Hakim MK, Dikawal 9 Pengacara Hadapi Gugatan Ijazah di PTUN

8 hari lalu

Indonesia-Singapura Bentuk Gugus Tugas Bersama Buru Perusahaan Terlibat Karhutla

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal