Induk Jeep Bakal PHK 3.500 Karyawan di AS, Segini Pesangonnya

Aditya Pratama
Induk perusahaan otomotif Jeep dan Chrysler, Stellantis NV bakal melakukan PHK terhadap 3.500 karyawan di Amerika Serikat (AS). (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Induk perusahaan otomotif Jeep dan Chrysler, Stellantis NV bakal melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 3.500 karyawan di Amerika Serikat (AS) dan menawarkan pengungduran diri secara sukarela. Kabar tersebut beredar setelah munculnya surat dari serikat pekerja United Auto Workers (UAW).

Mengutip Reuters, produsen mobil tersebut tengah mencari cara untuk mengurangi karyawan yang dibayar per jam dengan menawarkan paket insentif yang mencakup pembayaran 50.000 dolar AS atau setara Rp736,21 juta untuk karyawan yang bekerja sebelum tahun 2007, menurut UAW Local 1264 yang diposting di laman Facebook.

Sebelumnya, pada akhir Februari lalu, Stellantis menghentikan operasi pabrik perakitan di Illinois tanpa batas waktu, dengan alasan meningkatnya biaya produksi kendaraan listrik.

Tindakan tersebut berdampak pada sekitar 1.350 pekerja di pabrik Belvidere, Illinois, yang memproduksi SUV Jeep Cherokee dan mengakibatkan PHK karyawan tanpa batas waktu. Produsen mobil itu telah menyampaikan kemungkinan tidak melanjutkan operasional karena pertimbangan berbagai hal.

"Keputusan Stellantis untuk menganggurkan pabrik Illinois adalah pelanggaran habis-habisan terhadap kontrak serikat pekerja dengan UAW dan tidak dapat diterima," ujar Presiden UAW, Shawn Fain dikutip, Kamis (27/4/2023).

Sebelumnya, awal bulan ini, General Motors menyampaikan, sekitar 5.000 karyawan menerima tawaran pengunduran diri

Kemudian, Ford Motor Co baru-baru ini mengumumkan PHK karyawan yang signifikan di Spanyol, Jerman sebagian negara di Eropa lainnya. Tak hanya itu, perusahaan juga akan memangkas sekitar 3.000 karyawan sebagian besar di Amerika Utara dan India.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih

57 tahun lalu

Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit

57 tahun lalu

Tegas! Trump Sebut AS Berusaha Bikin Netanyahu Waras

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal