Industri Perbankan Dituntut Adaptif Hadapi Perkembangan AI dan Perubahan Regulasi

Tim iNews
Industri perbankan dituntut untuk menjalankan operasional yang lebih efisien. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id – Di tengah percepatan digitalisasi dan pergeseran regulasi ketenagakerjaan, industri perbankan dituntut untuk menjalankan operasional yang lebih efisien tanpa mengesampingkan kepatuhan serta kualitas layanan.

Kondisi ini mendorong organisasi untuk membangun operasional yang adaptif guna mempertahankan daya saing dan siap menghadapi masa depan. Oleh karena itu, workplace solution merupakan aspek penting dalam operasional yang dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kepatuhan, sekaligus menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi karyawan maupun nasabah. 

Menjawab tantangan tersebut, ISS Indonesia menggelar forum Banking Connect 2026 bertajuk “Building Future-Ready Banking Operations: Lean, Smart and Sustainable” di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Forum yang mempertemukan regulator, asosiasi pengusaha, serta lebih dari 40 praktisi perbankan nasional ini menjadi wadah berdiskusi mengenai pengelolaan outsourcing, pemanfaatan teknologi, hingga transformasi ruang kerja (workplace solution).

Tantangan Biaya Operasional dan Regulasi

Ketua Komite Regulasi APINDO, Myra M. Hanartani, menyoroti tekanan yang dihadapi pelaku usaha akibat kenaikan biaya operasional dan kesiapan sumber daya manusia. Ia merumuskan lima langkah adaptasi utama bagi dunia usaha.

"Perusahaan perlu menerapkan lima langkah utama, yaitu comply, prepare, streamline, productive, dan adapt agar tetap kompetitif dan berkelanjutan di tengah perubahan bisnis dan teknologi," ujar Myra M Hanartani, Kamis (20/8/2026).

Ketua Tim Perancangan UU Ketenagakerjaan Kemnaker, Andi Awaluddin, menegaskan pentingnya regulasi yang seimbang antara perlindungan pekerja dan iklim investasi. Regulasi mendatang diarahkan agar visioner merespons perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta fenomena gig economy. 

Dari sudut pandang praktisi, Vice President Outsourcing Management PT Bank Central Asia Tbk, Norwin Zebua, turut membagikan pengalaman operasional dalam menjaga kepatuhan dan tata kelola outsourcing di industri perbankan yang memiliki tingkat regulasi tinggi (highly regulated).

Sebagai penyedia Integrated Facility Management (IFM), ISS Indonesia menawarkan pendekatan workplace solution yang berorientasi pada hasil (output-based). Skema ini dinilai efektif mendukung model kerja hybrid pada perbankan modern.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Perbankan Ungkap Investasi Emas Kian Dilirik untuk Persiapan Haji

2 bulan lalu

AI dan Deepfake Makin Canggih, KADIN Minta Perbankan Perkuat Keamanan Siber

9 hari lalu

AI Assistant hingga Agentic AI Mulai Masuk Dunia Kerja, Pekerja Indonesia Harus Siap

2 bulan lalu

MICoCS 2026 Bahas Masa Depan Komunikasi di Era AI, Akademisi Lintas Negara Soroti Ancaman hingga Peluang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal