Menteri Keuangan Inggris, Kwasi Kwarteng. (Foto: Reuters)
Jeanny Aipassa

LONDON, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Inggris, Kwasi Kwarteng, mengeluarkan kebijakan pemotongan pajak penghasilan untuk mengatasi inflasi. Keputusan tersebut merupakan yang pertama kalinya dilakukan Inggris dalam 50 tahun terakhir, tepatnya sejak 1972. 

Selain memotong pajak penghasilan, Inggris juga meningkatkan rencana penerbitan utang untuk tahun 2022 sebesar 72,4 miliar poundsterling atau sekitar Rp1.204 triliun. 

Dalam pengumumannya sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (23/9/2022), Kwasi Karteng, mengatakan pemotongan pajak merupakan langkah untuk mengendalikan lonjakan inflasi. 

Sedangkan penerbitan utang sebesar Rp1.204 triliun untuk membiayai subsidi energi yang diperkirakan menelan biaya sebesar 60 miliar poundsterling atau sekitar Rp998,206 triliun untuk 6 bukan ke depan. 

"Pemerintah telah menjanjikan dukungan rumah tangga selama dua tahun saat Eropa bergulat dengan krisis energi," kata Kwasi Karteng.

Selain itu, pemotongan pajak termasuk pengurangan langsung pajak pembelian properti, Bea Materai, ditambah pembalikan rencana kenaikan pajak perusahaan, akan menelan biaya tambahan sebesar 45 miliar pound pada 2026 hingga 2027. 

Pengumuman Menkeu Inggris membuat mata uang poundsterling dan obligasi pemerintah anjlok pada perdagangan Jumat (23/9/2022). 
Poundsterling turun di bawah 1,11 dolar AS untuk pertama kalinya dalam 37 tahun.

Investor melepas obligasi pemerintah Inggris jangka pendek secepat mungkin, dengan biaya pinjaman selama 5 tahun, yang menunjukkan kenaikan satu hari terbesar sejak 1991. 

Pengumuman Kwasi Kwarteng menandai langkah perubahan dalam kebijakan ekonomi Inggris, mengingatkan kembali pada doktrin Thatcher dan Reaganomics tahun 1980-an yang dicemooh oleh para kritikus sebagai kembalinya ekonomi "menetes ke bawah".

"Rencana kami adalah untuk memperluas sisi penawaran ekonomi melalui insentif pajak dan reformasi. Begitulah cara kita akan berhasil bersaing dengan ekonomi dinamis di seluruh dunia. Itulah bagaimana kita akan mengubah lingkaran setan stagnasi menjadi lingkaran pertumbuhan yang baik," ujar Kwasi Karteng.

Institute for Fiscal Studies mengatakan pemotongan pajak yang diumumkan Menkeu Inggris adalah yang terbesar sejak tahun 1972, yang secara luas dikenang berakhir sebagai bencana karena dampak inflasi.


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT