Ini 3 Fungsi APBN untuk Hadapi Gejolak Ekonomi Dunia, Apa Saja?

Michelle Natalia
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: dok iNews)

"If you let the market solve them, itu semua enggak akan selesai. Maka APBN harus aktif digunakan atau menggunakan untuk bisa mengoreksi," kata Sri Mulyani. 

Dia menjelaskan, ketiga fungsi APBN ini yang melatarbelakangi  bagaimana pemerintah mendesain APBN. Terkait dengan itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pun memikirkan bagaimana APBN bisa menjawab tiga 3 fungsi tersebut di saat dunia secara konstan terus berubah. 

Menkeu mengungkapkan, saat menyusun APBN 2023, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu dan tim membuat KEM-PPKF pada Februari 2022. 

"Saat itu, perang Rusia-Ukraina belum terjadi. Covid-19 Omicron masih tinggi, harga minyak masih dibawah 60 dolar AS per barel, CPO masih di 700-800 dolar AS, ekonomi AS masih menderu-deru inflasi mulai naik, tapi inflasi di Eropa masih mendekati 0 atau masih di sekitar 1 persen," ungkap Sri.

Namun, begitu KEM-PPKF dibawa ke kabinet dan DPR, perang Rusia-Ukraina pun pecah. Harga komoditas ekstrim naiknya, dan itu menimbulkan supply disruption yang menyebabkan seluruh proyeksi terhadap harga-harga komoditas menjadi sangat sulit. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
16 jam lalu

Maia Estianty Disentil Netizen gegara Bahas Rezeki dan Sedekah, Dinilai Tak Peka

2 hari lalu

Bengkak! Subsidi dan Kompensasi Energi Tembus Rp376,8 Triliun per September

2 hari lalu

Belanja Negara Tembus Rp2.660 Triliun di September 2026, Tumbuh 19%

2 hari lalu

APBN Tekor Rp319 Triliun di September 2026, Menkeu Suahasil: Memang Didesain Defisit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal