Konsultan internasional juga dilibatkan dalam pembangunan ibu kota. Setelah McKinsey bergabung dalam studi kelayakan, dua konsultan baru yang bakal ikut yaitu Aecom (AS) dan Nikkei Sekkei (Jepang).
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan mengatakan, pemerintah terbuka dengan semua pihak untuk bersama-sama membangun ibu kota. Yang terbaru, perusahaan manajemen investasi terbesar di dunia, BlackRock Inc tertarik ikut bergabung dalam SWF.
"Misalnya ada BlackRock mau masuk, ada mungkin IDFC mau masuk, semua terbuka, kita enggak bergantung sama satu orang," kata Luhut, Jumat (28/2/2020).
BlackRock saat ini mengelola dana investor sebesar 7,4 triliun dolar AS atau setara Rp103 kuadriliun per akhir 2019. Sementara IDFC (International Development Finance Corp), lembaga private placement yang baru dibentuk Presiden Donald Trump saat ini memiliki dana kelolaan sekitar 60 miliar dolar AS.
AS bukan satu-satunya negara yang tertarik berinvestasi di ibu kota baru. Luhut menyebut ada sedikitnya 30 perusahaan besar dari Korea Selatan hingga Singapura yang ingin berinvestasi di ibu kota baru.
"Mereka dari Amerika ingin masuk, Jepang masuk, Abu Dhabi masuk, Singapura, banyak sekali. Semua kami lanjutkan dengan high quality," kata dia.