Gedung Bursa Efek Indonesia. (Foto: Istimewa)
Suparjo Ramalan

JAKARTA, iNews.id - Kementerian BUMN memastikan Initial Public Offering (IPO) anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom dan PT Pertamina (Persero) akan dilakukan pada akhir 2021 atau awal 2022.

Meski demikian, Menteri BUMN, Erick Thohir, tidak menyebutkan waktu pasti pelaksanaan IPO dari anak usaha Telkom dan Pertamina. Menurutnya, hal itu tergantung pada kondisi pasar. 

Seperti diketahui, Kementerian BUMN telah merencanakan PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel yang merupakan anak usaha Telkom melakukan penawaran saham perdana kepada publiik atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Langkah IPO juga akan dilakukan pada dua subholding milik PT Pertamina, yakni subholding pelayaran (shipping) dan subholding energi terbarukan (renewable energy). 

Menurut Erick Thohir, IPO anak usaha Telkom dan Pertamina didasarkan pada pertimbangan atau kebutuhan pasar BEI. Karena itu, pihaknya tetap melihat dinamika tersebut sebelum memutuskan untuk melantai. 

"Nanti yang namanya Mitratel akan kita siapkan leader go publik di tahun ini atau awal tahun depan. Nanti tergantung market kita bisa lihat. Pertamina yang menarik, karena di pertamina ini ada dua subholding, kembali kita juga melihat situasi bursa, apakah di tahun ini ataukah di awal tahun depan," ujar Erick Thohir, dalam sesi wawancara dengan IDX Channel, Rabu (15/9/2021). 

Pemegang saham melalui Wakil Menteri II BUMN, Kartika Wirjoatmodjo pun sudah melakukan roadshow di luar negeri untuk melihat potensi pasar pasca ketiga entitas mencatatkan sahamnya di pasar modal. 

"Dan kita sekarang sedang melaksanakan roadshow, Pak Wamen Tiko sedang melaksanakan roadshow di luar negeri untuk melihat bagaimana potensi ini," kata Erick Thohir. 

Berdasarkan data pipeline perusahaan yang akan melakukan IPO, BEI mencatat ada 29 calon perusahaan tercatat (emiten). Sementara, pada 8 September 2021, jumlah pipeline berubah menjadi 23 perusahaan tercatat. 

Dari pipeline tersebut, terdapat satu perusahaan di sektor teknologi dan satu perusahaan di sektor energi. Calon perusahaan yang lainnya lagi berasal dari bidang infrastruktur. 


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT