Izin Impor KRL Bekas Jepang Tak Direstui, Begini Respons Erick Thohir

Suparjo Ramalan
Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, impor KRL bekas Jepang merupakan langkah yang tepat, mengingat produksi kereta dalam negeri masih sangat terbatas. (Foto: Istimewa)

Erick berharap ada dukungan dari Kemenperin, Kemendag, dan Kementerian Perhubungan. Pasalnya, tanpa surat rekomendasi untuk Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, impor KRL belum bisa dilakukan.

"Jadi menurut saya kembali, kalau saya minta dukungan dari para menteri pengambil kebijakan untuk kita saling mendukung, kita saling menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat yang hari ini masyarakat sangat membutuhkan," tuturnya.

Namun, Erick menyebut persoalan tersebut belum menjadi pembahasan antara Kementerian BUMN dengan kementerian terkait. 

"Tapi saya yakin, nanti saya cek dengan tim saya karena saya belum tau detailnya, tapi saya rasa dari Kemenperin, Menhub pasti akan mendukung lah. Ini masalah belum ada komunikasi saja, tapi saya yakin saling mendukung," kata dia.

Adapun, PT KCI berencana memensiunkan 10 rangkaian KRL pada tahun ini dan 16 rangkaian pada 2024. Dengan pengurangan dan tanpa persetujuan impor KRL, maka akan berdampak pada pengangkutan penumpang.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
2 hari lalu

PSSI Pusing Cari Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday November, Dua Agenda Timur Tengah Terancam Batal

2 hari lalu

Bahlil Ungkap Dampak Konflik Geopolitik Global, Minyak Kini Lebih Dicari daripada Emas

3 hari lalu

Ada Ledakan hingga Asap di KRL Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

3 hari lalu

Puncak Arus Nataru 2026 Diprediksi Terjadi 4 Kali, Catat Tanggalnya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal