Jatah Bansos Beras di Garut Dipangkas, Partai Perindo: Usut Tuntas, Proses Hukum Pelakunya

Dimas Choirul
Partai Perindo meminta pengusutan tuntas bansos beras yang diduga disunat oknum tidak bertanggung jawab di Garut. (Foto: Antara)

"Harus diselidiki apakah ini hanya ulah oknum nakal atau sudah mengarah pada korupsi berjemaah," tuturnya.

Tidak hanya oknum di lapangan, namun oknum dari instansi pemerintah yang ikut bermain dalam penyaluran beras kepada KPM juga harus diselidiki.

"Harus diselidiki juga oknum dari instansi Pemerintah yang bertanggung jawab menyalurkan beras bantuan Pemerintah ini," katanya.

Menurut Yerry, jika kasus ini dibiarkan dan tidak diselidiki tuntas, bisa menjadi preseden buruk bagi pemerintahan saat ini.

"Jadi harus diselidiki tuntas. Kalau tidak akan membebani Presiden karena perilaku korup anak buahnya yang mengurusi bantuan pangan untuk rakyat," ujar Yerry.

Seperti diberitakan, beras bantuan dari Pemerintah Pusat - diduga berkurang dari yang seharusnya 10 kg per paket menjadi tinggal 7 kg- beras. Beras bantuan tersebut terbungkus di karung dengan cap Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Salah satu kasus pemangkasan jatah beras untuk KPM terjadi di Garut, di mana penerima bantuan mengeluhkan hanya mendapatkan beras 7 kg dari yang seharusnya 10 kg.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan Nasional yang Inklusif

57 tahun lalu

Gelombang PHK Ancam Daya Beli, Partai Perindo Dorong Proteksi Industri Padat Karya

57 tahun lalu

Daftar Harga Pangan 26 Juni 2026, Aneka Cabai-Beras Turun, Daging Ayam Naik

57 tahun lalu

Perindo Dorong Tokoh Muda Indonesia Timur Ambil Peran di Pemilu 2029

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal