Jokowi Senang 98 Persen Pekerja Freeport Orang Indonesia

Mochamad Rizky Fauzan
Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Freeport beberapa waktu lalu. Foto: YouTube Sekretariat Presiden

"Freeport juga berada di bawah hukum dari Indonesia, dan kita melakukan joint venture dengan perusahaan dari Amerika Serikat untuk memberikan teknologi," ungkap Richard.

Dia menjelaskan, saat pertama kali datang ke tambang emas di Papua, pekerja yang ada di Freeport kebanyakan tidak ada orang Indonesia. Dirinya pun harus pergi ke Filipina untuk mencari pekerja tambang bawah tanah. "Operasi (tambang) dulu dijalankan oleh orang asing, hanya ada sedikit orang Papua yang bekerja di Freeport," kata Richard 

Saat ini, lanjutnya, para pekerja di Freeport pun sudah didominasi oleh orang Indonesia. Hal ini juga terlihat dari grafik pekerja Indonesia dan warga asli Papua yang meningkat dari tahun ke tahun.

Richard juga menuturkan tambang tembaga milik PTFI dulunya sempat diragukan. Bahkan saat pertama kali ditemukan, disebutkan jika tambang tembaga di Papua ini tidak bisa dikembangkan.

"Saat (tembaga) pertama kali ditemukan tahun 1936 oleh geologis asal Belanda yang melakukan ekspedisi ke Puncak Jaya, mereka bilang apa? Mereka bilang tambang ini harusnya ada di bulan karena nggak ada yang bisa mengembangkan," ujar Richard.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jokowi bakal Safari ke Jateng, PDIP: Jangan Sombong Ganti Kandang Banteng Jadi Gajah

57 tahun lalu

Lagi, Roy Suryo Ajukan Praperadilan Gugat Polda Metro Jaya

57 tahun lalu

Kubu Jokowi Sebut Praperadilan Roy Suryo Ulur Waktu Proses Hukum: Ada Niat Lain

57 tahun lalu

Pengacara Dokter Tifa Kritik Dakwaan Jaksa: Ada Unsur Diskriminasi!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal