Jokowi Ungkap 28 Negara Antre di IMF, Ada Apa?

Raka Dwi Novianto
Presiden Jokowi mengungkap bahwa 28 negara sedang antre di markas IMF di Washington DC, AS, diduga ingin meminjam uang kepada IMF. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

"Apalagi setelah perang Rusia dan Ukraina, kita tahu pertumbuhan ekonomi di tahun 2023 yang sebelumnya diperkirakan 3 persen, terakhir sudah diperkirakan jatuh di angka 2,2 persen. Inilah yang sering disampaikan membayar harga dari sebuah perang, yang harganya sangat mahal sekali," tuturnya.

Dengan ketidakpastian itu, Jokowi meminta semua pihak untuk optimistis diikuti dengan kehati-hatian dan kewaspadaan.

"Karena apapun angka-angka yang kita miliki Indonesia pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua kita termasuk yang terbaik di dunia, 5,44 persen. inflasi juga masih terkendali setelah kenaikan BBM, kita masih di angka di bawah 6, 5,9," tuturnya.

Hal tersebut pun patut disyukuri, kata Jokowi, karena jika dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Argentina misalnya inflasi mencapai 83,5 persen dengan kenaikan suku bunga 3.700. Sedangkan Indonesia tingkat inflasinya 5,9 persen dengan perubahan suku bunga kita di 75 basis poin. 

"Artinya, moneter kita masih pada posisi yang bisa kita kendalikan. Karena apa? Yang saya lihat di dalam keseharian antara bank sentral kita BI (Bank Indonesia) dan Kementerian Keuangan ini brjalan beriringan, berjalannya rukun, tidak saling tumpang tindih. Ini yang saya lihat, komunikasinya baik, sehingga fiskal dan moneter itu bisa berjalan bersama-sama," ujar Jokowi.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
23 jam lalu

Mengapa Dolar Bertahan di Rp18.000?

2 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Menguat, Tinggalkan Level Rp18.000 per Dolar AS

3 hari lalu

Utang Luar Negeri RI Naik jadi 444,4 Miliar Dolar AS per Mei 2026

3 hari lalu

Mendagri Sebut Inflasi RI Masih Terkendali di Level 3,34 Persen: di Bawah Target Nasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal