Jumlah Investor Muda Meningkat Pesat, Ketua OJK Wanti-wanti Maraknya Investasi Ilegal

Michelle Natalia
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar. (Foto: Istimewa)

Meski demikian, tak bisa disangkal juga karena kondisi pada saat pandemi mendorong lebih banyak waktu diberikan untuk masyarakat menggunakan teknologi komunikasi digital, sehingga memberikan momentum tambahan terhadap peluang untuk meningkatkan literasi produk keuangan dan investasi. 

"Kita juga harus memperhatikan perkembangan itu dengan langkah dan kebijakan yang tepat. Sebab, laporan International Organization of Securities Commissions (IOSCO) terkait pertumbuhan investor retail selama pandemi dibarengi dengan tren misconduct yang kemudian investor retail meningkat baik dalam pasar domestik maupun internasional/cross-border. Hal ini harus ditindaklanjuti dengan peningkatan perlindungan investor khususnya investor retail," jelas Mahendra. 

Dia menuturkan, meningkatnya jumlah investor di pasar modal memang menggembirakan, namun harus dibarengi dengan peningkatan pemahaman dan pengetahuan investasi pada instrumen keuangan. Tujuannya agar investor memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai sehingga tidak hanya menimbulkan apa yang dikenal dengan herd behavior, noise trading, maupun investing in bubbles hanya untuk mengejar hasil atau yield tinggi tanpa memperhitungkan risiko aspek legalitas produk, bahkan logika yang mendasar. 

"Pemberitaan mengenai maraknya korban kegiatan ilegal dan transaksi yang sebenarnya bukan merupakan kegiatan investasi yang normal karena dilakukan dengan berbagai modus atau menggunakan berbagai produk bahkan uang pinjaman untuk berinvestasi merupakan sinyal yang sangat jelas bagi regulator untuk semakin meningkatkan pemahaman masyarakat berinvestasi secara aman," tutur Mahendra. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
4 hari lalu

Prabowo Panggil Bos OJK hingga Gubernur BI ke Istana, Bahas soal Ancaman MSCI?

4 hari lalu

Bos BEI Heran MSCI Mau Turunkan Status Pasar Modal RI, Singgung Upaya Transformasi 

7 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp18.027 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

11 hari lalu

Waspadai Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang, OJK Minta Pinjol Cek Kemampuan Bayar Pengguna

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal