Kadin: 40 Persen Pelaku UMKM Gulung Tikar Terdampak Pandemi

Anggie Ariesta
Ketua Komite Tetap UKM dan Koperasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Sharmila Yahya. (Foto: Istimewa)

"Program naik kelas, sudah kami ganti dengan sustainable untuk mempertahankan usaha. Jadi kami enggak pakai program naik kelas lagi, sudah diganti menjadi program recovery karena banyak yang gulung tikar dan akhirnya mereka menutup usahanya dan pulang kampung," ungkap Sharmila.

Selain itu, lanjutnya, Kadin juga membantu dengan program pembinaan dan penguatan. Hal itu dilakukan dalam rangka untuk UMKM bisa bertransformasi ke digital mengingat sektor perbankan juga tutup saat PPKM.

Selain pemerintah membantu UMKM dengan stimulus uang tunai melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), Kadin membantu dengan non-cash.

"Uang cash sudah dibantu pemerintah tapi kami organisasi membantu mereka non cash tapi dalam bentuk barang dagangan," ujar Sharmila.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
4 hari lalu

Transaksi Trade Expo Indonesia 2026 Tembus Rp414 Triliun, Lampaui Target

7 hari lalu

ISF 2026 Hasilkan Sejumlah Kemitraan hingga Inisiatif Baru, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan

8 hari lalu

Dana Bergulir LPDB Koperasi Bantu KDKMP Tamanmartani Tetap Eksis dan Berkembang

8 hari lalu

UMKM Wajib Sertifikasi Halal Mulai 17 Oktober, Pemerintah Siapkan 1,35 Juta Sertifikat Gratis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal