Sebagian besar barang Indonesia yang diekspor ke AS adalah produk manufaktur, yaitu peralatan listrik, alas kaki, pakaian, bukan komoditas mentah.
Produk Indonesia, lanjut dia, sebenarnya sudah dikenakan tarif impor sekitar 10 persen di AS. Namun, beberapa barang konsumsi sepenuhnya bebas bea masuk karena Indonesia menikmati fasilitas preferensi sistem umum (GSP) yang diberikan oleh pemerintah AS kepada negara-negara berkembang.
Kadin Indonesia pada awal Mei akan berkunjung ke AS untuk menindaklanjuti kerja sama dengan mitranya itu serta menghadiri beberapa konferensi bisnis/ekonomi guna menyikapi perkembangan terakhir.