KAI usulkan tarif LRT Jabodebek jarak dekat dan jauh berbeda. (foto: Istimewa)
Iqbal Dwi Purnama

JAKARTA, iNews.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan tarif moda daya transportasi Light Rapid Transit atau LRT Jabodebek akan menggunakan skema tarif progresif. Dengan skema ini, maka tarif untuk jarak dekat dan jauh akan berbeda. 

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, KAI telah mengusulkan skema tarif LRT Jabodebek akan terdiri dari tarif dasar dan tarif tambahan per kilometer (km) berikutnya dengn tarif rata-rata maksimal dipatok Rp15.000 kepada peemrintah.

“Tarif LRT Jabodebek yang KAI usulkan adalah rata-rata Rp15.000. Tarifnya menggunakan skema tarif progresif yang terdiri dari tarif dasar dan tarif per-KM berikutnya,” kata dia saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (18/2/2022). 

Namun, dia menuturkan, untuk tarif yang telah diusulkan oleh PT KAI masih dilakukan pengajian dan pembahasan sebelum resmi beroperasi. 

“Yang jelas saat ini KAI sedang mengusulkan penyesuaian tarif tersebut kepada Kemenhub, dan saat ini sedang dalam kajian,” ujarnya. 

Dengan skema tarif progresif, KAI akan memberikan keuntungan dan fairness kepada pelanggan LRT Jabodebek. Itu karena pelanggan jarak dekat dan jarak jauh akan dikenakan tarif yang berbeda.

“Dalam penentuan tarif tersebut, KAI sudah melakukan survei Demand, Ability to Pay (ATP), dan Willingness to Pay (WTP) kepada masyarakat pada akhir tahun 2020,” ujarnya.

Adapun LRT Jabodebek direncanakan akan beroperasi pada Agustus 2022 mendatang.


Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT