Kaspersky Bakal Hengkang dari AS usai Dilarang Beroperasi

Aditya Pratama
Perusahaan antivirus Rusia, Kaspersky Labs akan meninggalkan AS pada 20 Juli 2024 setelah dilarang menjual dan mendistribusikan perangkat lunaknya. (Foto: Reuters)

Laman resmi Kaspersky di AS juga telah berhenti menjual perangkat antivirus dan keamanan siber, dengan pesan "pembelian tidak tersedia untuk pelanggan AS". Pengumuman ini muncul setelah penjualan dan distribusi produk Kaspersky dilarang di negara tersebut.

Peraturan yang disampaikan Pemerintah AS secara efektif melarang pengunduhan pembaruan perangkat lunak, penjualan kembali, dan pemberian lisensi produk mulai tanggal 29 September, sementara bisnis baru akan dibatasi dalam waktu 30 hari setelah pengumuman.

Penjual dan pengecer yang melanggar pembatasan akan dikenakan denda dari Departemen Perdagangan.

Menurut Departemen Perdagangan, perusahaan multinasional yang berkantor pusat di Moskow ini memiliki kantor di 31 negara di seluruh dunia, melayani lebih dari 400 juta pengguna dan 270.000 klien korporat di lebih dari 200 negara.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Lawan Trump, Negara Sekutu Denmark Ramai-Ramai Dirikan Konsulat di Greenland

Internasional
2 jam lalu

AS dan Iran Akhirnya Berunding Hari Ini

Internasional
5 jam lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Internasional
6 jam lalu

Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia New START Berakhir, Ini Kata Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal