Kelompok Riset: AS Mengalami Resesi akibat Covid-19

Dani M Dahwilani
Kelompok riset ekonomi yang bertindak sebagai penengah untuk menentukan siklus bisnis Amerika Serikat (AS) menyatakan AS memasuki masa resesi akibat Covid-19. (Foto: AFP)

Tingkat pengangguran naik dari rekor terendah 3,5 persen pada Februari, menjadi 14,7 persen pada April dan 13,3 persen pada Maret.

Meski demikian, para ekonom memperkirakan pertumbuhan akan berlanjut pada musim panas ini, kecuali jika virus muncul kembali.

"Bisa jadi ini adalah awal dari palung," kata Jack Kleinhenz, kepala ekonom National Retail Federation dalam sebuah seminar prospek ekonomi.

"Jika kita mengalami pandemi berulang dan itu datang semakin kuat, ada potensi penurunan lain dalam pertumbuhan ekonomi.

Kecepatan pemulihan penting dalam menentukan apakah resesi saat ini memiliki dampak jangka panjang yang sama dengan penurunan di masa lalu. Resesi 2007 hingga 2009, misalnya, dikaitkan dengan hilangnya ratusan ribu pekerjaan kerah biru, mempertahankan pengangguran jangka panjang, dan pertumbuhan upah lemah untuk keluarga berpenghasilan menengah dan rendah.

Federal Reserve AS akan bertemu minggu ini, dan para pejabat akan mengeluarkan proyeksi ekonomi baru yang menunjukkan seberapa cepat pemulihan mereka harapkan.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Internasional
4 jam lalu

Terungkap! Serang Iran, AS Bakal Incar Tokoh Berpengaruh

Nasional
13 jam lalu

RI Borong Migas dari AS Rp253 Triliun Setiap Tahun, Bagaimana Rencana Setop Impor Solar?

Nasional
15 jam lalu

Izin Tambang Freeport Diperpanjang 20 Tahun, RI Dapat 12 Persen Saham di 2041

Nasional
17 jam lalu

Prabowo Tertawa soal Trump Bilang Tak Ingin Melawannya: Bercanda Itu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal