Kemenkop UKM dan Pegadaian kerja sama percepat penyaluran KUR. Foto: Antara
Michelle Natalia

BOGOR, iNews.id - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menjalin kerja sama dengan PT Pegadaian untuk mempercepat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Kini Pegadaian secara resmi telah menjadi penyalur ke-44 dengan plafon KUR yang bisa disalurkan Rp5,9 triliun.

Deputi Bidang Usaha Mikro KemenKkop UKM Eddy Satriya berpesan agar Pegadaian dapat mengemban amanah tersebut dengan baik dan penyaluran KUR diharapkan dapat tepat sasaran. Kemenkop UKM tidak meragukan komitmen Pegadaian yang selama ini  terus mendukung pembiayaan kepada pelaku usaha mikro dan kecil (UMK). 

"Kami sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PT Pegadaian. Saya berharap acara penandatanganan PKP (Perjanjian Kerjasama Pembiayaan) subsidi KUR ini dapat dilaksanakan dengan baik," kata Eddy dalam keterangannya, Minggu (12/6/2022).

Eddy menjelaskan, program KUR yang selama ini digulirkan pemerintah sebagai bentuk hadirnya negara dalam mendukung pelaku UMKM naik kelas sehingga pemulihan ekonomi bisa lebih terakselerasi. Pada tahun ini, pemerintah memberikan dukungan akses pembiayaan untuk UMKM melalui program KUR dengan target Rp373,17 triliun. 

"Dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional, pemerintah bahkan memberikan relaksasi dan stimulus tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3 persen sampai dengan 31 Desember 2022, sehingga suku bunga KUR berkurang dari 6 persen menjadi 3 persen," tuturnya.

Untuk realisasi penyaluran KUR tahun ini sampai dengan 6 Juni 2022 berdasarkan data SIKP sebesar Rp148,12 triliun. Jumlah itu disalurkan kepada 3,19 juta debitor, dengan rincian KUR Super Mikro sebesar Rp2,57 triliun kepada 292.940 debitor. 

Kemudian KUR Mikro sebesar Rp99,74 triliun kepada 2,70 juta debitor. Selain itu, KUR Kecil/ khusus sebesar Rp45,79 triliun kepada 189.034 debitor. Terakhir KUR penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) sebesar Rp13,02 miliar kepada 530 debitor.

Sementara itu, Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan menambahkan, MoU PKP yang dilakukan merupakan bagian dari serangkaian agenda yang harus dipenuhi sebagai salah satu syarat menjadi lembaga penyalur KUR. Dengan program KUR Syariah Pegadaian, perseroan siap memfasilitasi para debitor yang memiliki usaha produktif untuk mendapatkan KUR ini.

“Alhamdulillah apa yang ditunggu-tunggu oleh para pelaku usaha kini datang juga. Pegadaian kini resmi meluncurkan KUR Syariah Pegadaian, yang memiliki limit hingga Rp10 juta dengan Marjin/Mu’nah sebesar 6 persen per tahunnya. Insha Allah Pegadaian siap membantu para pelaku UMKM untuk naik kelas,” ujar Damar.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pengajuan KUR Syariah Pegadaian dapat dilakukan di seluruh Kantor Cabang dan Unit Pelayanan Cabang Pegadaian di seluruh Indonesia. Adapun tenor pembiayaan KUR Super Mikro adalah 12, 18, 24 dan 36 bulan dengan minimal usaha yang telah berjalan selama 6 bulan.

“Semua sektor UMKM akan kami berikan, yang terpenting calon nasabah memiliki usaha dan dilihat dalam usahanya berjalan dengan baik. Biaya yang dipungut dari produk ini relatif terjangkau sehingga tidak akan memberatkan debitor karena Pegadaian mendapatkan subsidi dari pemerintah,” tutur Damar.


Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT